Jika sanggup menepis

“cinta tak harus memiliki …………

Ungkapan semacamnya adalah sama halnya sebuah penyerahan, terhadap segala usaha dan menutup atas segala pengharapan yang mungkin terjadi. Seringkali hal serupa terjadi pada seorang yang lemah, tak sanggup memaksakan kehendak.

Sehingga demikian membuktikan keberadaan Tuhan. Satu-satunya  iman, yang membimbing pada jalan pemaknaan abadi. Tentang kenyataan dan hidup. Masih banyak ruang kosong, menuntut segera untuk mengisinya dengan sesutu yang bermanfaat.

Tak sekedar menghabiskan waktu luang, sepanjang usia menjadi terbuang sia-sia. Kadar iman semestinya mampu menggantikan sepenggal kisah yang terpisah oleh takdir kenyataan, walau serasakan memilu semerdu nyanyian hati nan lirih mengharap kasih. Meng-iba entah bagaimana, demikiankah perih. Menyeru kepada segenap penjuru, mencari, mencoba menemukan penawar getir kehidupan yang sesaat menjerat pada ruang penyesalan. Pun terkadang mengejar, menerjang menggapai dilangit bintang yang tak terpetik tangan. Semua perjalanan yang tertatih, berakhir letih setengah nyawa menghabiskan peluang diantara butir peluru yang dinamakan kesempatan.

Rangkaian usaha nampaklah pada pengharapan hampa, menyisakan penyerahan diri pada sang iman. Menggantikannya dengan senandung dan pujaan. Pengimanan yang sedemikian, adakah sepantasnya diberikan nama hidayah pada pertaubatan. Pengakuan terhdap iman tentang pemaknaan hidup, sehingga berlanjut menjadi hamba pemujaan terhadap Tuhan, membimbing lewat jalan ketaqwaan. Menoreh warna citra diri dalam kesucian yang putih pula bersih. Berikrar hidup dan mati hanya untuk Tuhan, menjalani kehidupan sebagai sang hamba sahaja.

Melewatkan waktu, mengisinya dengan sesuatu lebih bermanfaat meski sedikit rintangan menghambat disepanjang jalan. Kehadiran kadar iman, menuntun langkah dengan sabar menemukan lembar-lembar kehidupan baru, membaca halaman demi halaman firman Tuhan. Sederetan laku tersebut mestinya mampu mengalihkan perhatian pada satu titik penjuru yang menyesatkan. 07;13 180809

Iklan