Visi (konsep bebas 3 K)

Alih-alih berbagi pemikiran kreatif coretan ini sebenarnya melanjutkan penjabaran yang diposting sebelumnya (Pengertian Visi, Konsep Visi Misi dan Agenda Pencapaian), sesuai dengan pengertiannya Visi merupakan pernyataan ringkas, yang memberikan citra umum masa depan yang aspiratif, mencermin kan apa yang akan dicapai, memberi kejelasan arah dan fokus strategi, menumbuhkan komitmen, dan berorientasi ke masa depan.

Visi juga merupakan deskripsi suatu masa depan yang dikehendaki, mencakup perubahan-perubahan yang akan dilakukan untuk hidup lebih baik, untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dan memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang hadir. Dan penulis telah memilih atau tepatnya menetapkan satu konsep dasar guna dijadikan Visi dalam hidup yakni konsep bebas 3 K. Dengan pengertian lebih lanjut yaitu bebas Kemiskinan, Kebodohan, dan Keterbelakangan. Seperti apakah penjabarannya? Berikut pemaparannya ;

Pertama; konsep K yang pertama adalah bebas dari Kemiskinan. Sebagaimana program sosial apapun atau manapun prioritas utama mereka adalah Kemiskinan. Nah, terinspirasi realita yang demikian penulis juga menerapkan konsep bebas Kemiskinan dalam visinya. Melihat dampak yang luarbiasa dari konsep yang pertama ini maka penulis sengaja meletakannya dalam prioritas pertama dan juga sebagai wujud tanggung jawab lebih terhadap keluarga (sebagai seorang kepala keluarga).

Sebuah keluarga yang sejahtera tentunya terbebas dari kemiskinan. Inilah landasan dasar pemilihan penanganan kemiskinan itu penting. Kemiskinan dalam konsep visi ini langsung berkait dengan sistem kebutuhan dasar yaitu primer dan sekunder demikian target utamanya syukur mencakup tersier. Sesuai dengan konsep bebas Kemiskinan ini lanjut pada point kedua, yang juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sekunder (pendidikan).

Kedua, konsep K selanjutnya penulis menyebutnya bebas dari Kebodohan. Dalam konsep ini penulis lebih menekankan tanggungjawab terhadap sang generasi (cahaya mata). Keinginan yang utama memberikan pendidikan yang layak serta berkualitas bagi anaknya. Sebagai mahkluk individu layaknya petarung ditengah belantara dunia; penulis menyadari bahwa Generasinya adalah bukan miliknya, sang generasi tumbuh dan dipersiapkan untuk esok, untuk sebuah dunia baru atau disebut masa depan. Tantangan dan perubahan jaman menuntut sebuah langkah pengambilan keputusan dan prioritas tepat bagi kelangsungan sang generasi. Seperti apakah Sang generasi di masa depan??

Demikian adalah pertanyaan yang tidak hanya membutuhkan jawaban, lebih dari itu juga serangkaian tindakanĀ  nyata. Dalam upaya demikian penulis menetapkan satu konsep bebas dari kebodohan (bagi sang generasi).

Ketiga, konsep K yang ketiga ini sangatlah bergantung pada konsep K yang sebelumnya. Dimana proses pemenuhan atau pencapaiannya berada diurutan terakhir. Namun demikian, jika saja 2 konsep K sebelumnya telah tercapai itu pula sudah sangat mendukung dari pada Visi konsep K yang ketiga yaitu; konsep bebas dari Keterbelakangan. Adapun yang dimaksud penulis dengan konsep bebas Keterbelakangan adalah prioritas pembelajaran keluarga terhadap budaya dan adaptasi perkembangan dunia. Aspek yang berkaitan diantaranya IPTEK, budaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku(pekerti), ataupun wujud kualitas manusia sebagai mahkluk sosial seutuhnya.

Iklan