Kekuatan setengah nyawa 2

Melengkapi artikel sebelumnya. Sosok manusia di dunia yang modern ini, tak terlepas dari sebuah kodrat alam. Bahwa ia sanggup menjadi yang yang terbaik lewat karyanya yang terbaik. Pencapaian agenda yang maksimal bahkan mampu lebih. Demikian adalah kodrat, dimana manusia itu selalu mencari yang terbaik. Sudah bukan suatu keanehan, setiap pribadi menginginkan yang terbaik bagi hidupnya. Namun seberapa layaknya seorang itu mendapat kualitas terbaik, adalah misteri bagi setiap perhitungan takdirnya.
“Aku bila terjatuh sekali saja, perlu berulang kali untuk mencoba bangkit.” …………..
Misteri kekuatan setengah nyawa, penulis menyebutnya demikian. Coba simak cerita berikut; penulis menyadari bahwa dirinya pun tak terlepas dari kodrat sebagai seorang anak manusia. Dan pengertian ini memaksanya tumbuh dengan segudang permasalahan, seperti juga anda. Dari sebaris perjalanan hidup dimasa mudanya, kini penulis mendapatkan sebuah inspirasi kompleks yang menyatakan biarkan aku menentukan jalan hidup sendiri.
Terkesan egois memang namun, kenyataan memang demikian dan sangat realistis dengan kehidupan penulis. Menapaki jalan hidup beranjak dewasa, karir menjadi prioritas utama. Wujud pernyataaan, dan sikap seorang pribadi matang dengan konsep dasar pemikiran untuk berdikari. Sebuah pengertian tentang pribadi yang mampu untuk bertahan hidup diatas kerasnya tantangan hidup. Landasan pernyataan yang mendasarinya dalam sebuah kutipan Aku bekerja dan hidup dengan perasaan, inilah yang memaksaku bertahan. (Fay ray)
Kembali berbicara mengenai konsep di atas, semua hal yang telah dilakukan atau segala agenda pencapaian yang teruraikan. Menuntut sikap dan perlakuan tegas, namun tak berarti mampu mengatasi segala tantangan dengan sempurna. Ada kalanya pribadi itu menimpa suatu ujian, dimana adalah suatu kebanggaan tersendiri apabila kita tahu bahwa kita sedang diuji.”Hanya pertanyaan selanjutnya ….. _sanggupkah kita melewati ujian tersebut?”

Suatu Misal saja, seperti yang dialami oleh penulis saat ini. Keadaan menghadapi tantangan hidup dengan setumpuk permasalah kompleks menjadikan diri terpuruk, dalam sebuah perjeratan tali kehidupan. Benang-benang merah menjerat diri, menyimpulkan sulaman begitu pelik dan tak mampu melepaskan diri darinya begitu saja. Ada disana sejuta masalah memaksa membuka topeng, cadar penutup pribadi yang nyaman. Bahwa hidup membutuhkan sikap. Bukan sekedar realitas tanpa tindak nyata. Dan untuk itu; penulis meski telah berusaha namun kini tengah terjatuh dan tak mampu bangkit dari realita yang ada.
Begitu terputuknya-kah?, sehingga banyak permintaan dan do’a-do’a teruraikan seperti benih-benih bertabur disetiap waktu dan rutinitas penulis. Demikian menginspirasi penulis menjejak pada pernyataan “Aku bila terjatuh sekali perlu berulang kali untuk sekedar bangkit”.Meski kekuatan setengah nyawa, tercurah dan seluruh hidup bertaruh ini mengajarkan bahwa hidup adalah perjuangan. Untuk bangkit, kembali menghadapi kenyataan, kembali menjalani kehidupan, kembali pada keadaan seperti sedia kala. Kembali menjalani kodrat manusia seutuhnya …………….

Iklan