TIPs SIAGA-AWAS

Hidup berdampingan dengan resiko, dipimpin oleh resiko (M.teguh/guru super Indonesia). Menurut hemat beliau sebagai seorang konsultan, resiko berarti suatu perintah untuk menghebatkan diri, sehingga ketika resiko itu datang seorang masih berdiri gagah menghadapinya. Resiko adalah kata yang paling dihindari oleh setiap pribadi, lantas bagaimana untuk bisa hidup berdampingan sejalan dengan resiko. Lantas apa hubungannya antara konsep resiko dengan Tips SIAGA-AWAS. Berikut penjelasnya ;

Penjelasan konsep resiko yang penting untuk dipahami bahwa resiko adalah kata lain untuk menghebatkan diri. Dengan bermacam upaya yang mungkin bisa dilakukan. “Menghebatkan diri” merupakan wujud tolak ukur nyali keberanian diri, “Jika seorang lebih berani …………” demikian Mario teguh menyarankan kepada setiap orang untuk selalu berpikir positif tentang sebuah keberhasilan. Jangan terlalu berfokus pada resiko, melainkan teruslah berupaya untuk sukses. Dan yang paling penting selalu menyerahkan keadaan diluar kendali (resiko) hanya kepada Tuhan.

Pastikan hidup akan jauh lebih baik, senantiasalah memupuk harapan dan rasa optimisme dengan upaya-upaya yang baik, dan tujuan yang baik. Demikian seutas makna yang dapat penulis simpulkan dari Mario Teguh The Golden Ways.  KOndisi demikian penulis menyebutnya konsep SIAGA. Lanjut konsep ke dua yaitu; AWAS.

Terinspirasi dari sebuah ceramah seorang ulama besar berikut beberapa langkah yang perlu diterapkan apabila sedang menghadapi resiko (terlanjur dalam resiko);

SABAR

Resiko sebesar apapun tak ada cara yang lebih baik dalam menghadapinya selain bersabar menjalani. Biarkan waktu berjalan dan pastikan saja untuk tetap melakukan yang terbaik (Do your best). Bersabar melewati resiko, berarti harus banyak melakukan upaya perbaikan diri.

SIAP

Bersikaplah tenang, dan bersiap untuk segala kemungkinan. Dunia yang penuh dengan ketidakpastian memberikan pengertian bahwa jika bukan kemungkinan baik yang kita alami, maka kemungkinan buruklah yang terjadi.

RIDHO’

Sebagai mahkluk Tuhan, sudah sepantasnya untuk selalu ikhlas menghadapi kenyataan. Jangan menjadi seorang yang tidak terima terhadap fakta. Berat memang, penulis sendiri menyadari akan hal demikian. Namun, akan menjadi lebih menyakitan jika tidak bisa menerima kenyataan. Jalan tengah yang terbaik jangan lah mempersulit diri. Hadapi saja semua dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan hati untuk menerima dan tidak mempersulit diri sungguh suatu upaya terpuji wujud keutamaan bahwa hanya mengharap ridho Allah semata.

Evaluasi DIRI

Bertanyalah dengan jujur kepada diri anda sendiri; sesungguhnya hati kecil sering kali kali tidak didengar. Rasa egoism yang timbul, semata hasil pemikiran tentang teori-teori kehidupan dan bukan berlandaskan lahiriah. Justru konsep bathin dan kehadiran sisi mistis akan Allah SWT yang penting untuk diungkap makna kebenarannya.

INGAT ALLAH

Setiap masalah yang perlu dihadapi, sudah melewati uji kelayakan dari Allah SWT, sesuai porsi bagi pribadi masing-masing. Percayalah segala sesuatu didunia ini tidak ada yang terjadi tanpa campur tangan TUhan (Allah SWT). Sudah menjadi ke tentuan bahwasanya manusia hidup itu tidak pernah bisa untuk keluar, melampaui batas garis takdirnya. Ada beberapa keterbatasan yang disandang manusia, yaitu manusia hanya mampu berjalan pada garis takdirnya masing-masing yang telah ditentukan. Kalaupun manusia bisa melampaui batas takdirnya itu hanya akan memhancurkan hidupnya sendiri.

SETIAP ORANG ADALAH FIGUR

Berlaku bagi siapa pun, mengidolakan dan diidolakan. Setiap yang Nampak dari pribadi seseorang tidak lepas dari sebuah penilaian. Ketika sedang berhadapan dengan orang, sudah pastinya keberadaan situasi dimana saling berkomunikasi atau pula sekedar selintas Nampak. Hal demikian mengantarkan pada situasi penilaian terhadap sosok pribadi.

Pertanyaannya, apakah diri ini sudah siap dan layak bila dijadikan sebagai seorang figure idola?? Lantas hal apakah yang penting untuk dilakukan;

Menatap hari esok, sama dengan menerima dengan sadar.”

Iklan