Perang Kembang

wayang arjuna
arjuna, permadi, janoko

Sebuah perumpamaan bahwa hidup dalam pewayangan itu memiliki banyak lakon, cerita atau pula episode. Judul berikut diambil atas inspirasi dari cerita pewayangan. Sedikit membahas masalah wayang, itung-itung melestarikan budaya. Lanjut kembali ke topic, masih membahas tentang judul posting kali ini. “Perang Kembang” merupakan istilah pada salah satu lakon pewayangan, dalam episode kali ini menceritakan tentang tokoh bernama “Permadi” alias janoko.

Dunia dalam pewayangan digambarkan atas 2 (gapura dan blumbangan). Keduanya memiliki makna berbeda, gapura memiliki makna nilai tinggi sedangkan blumbangan memiliki nilai rendah. Symbol kedua nilai ini menarik sifat alam bumi, gapura yang bersimbol gunung ditafsirkan dalam pewayangan bahwa gunung memiliki nilai tinggi, dimana keberadaan gunung itu merupakan tempat para dewa. Kembali pada nilai primitif, kebudayaan nenek moyang. Selanjutnya symbol berupa danau atau pula hutan rimba adalah wujud penafsiran terhadap hiruk peradaban manusia. Filosofi kehidupan yang sarat akan nilai rendah, bercampurnya kehinaan dan nafsu dunia.

Penggambaran lambang kehidupan yang penuh dengan hal kotor, godaan serta ujian terhadap dharma. Manusia yang mengemban titah atau dharma untuk berlaku baik dan bijak akan senantiasa diuji, digoda oleh sifat lahirnya. Wujud cerita perang kembang adalah perang melawan godaan, ujian sebagai tolak ukur terhadap dharma. Pengembangan konsep rupa kehidupan yang amburadul diperankan dengan hadirnya tokoh raksasa (Buto), perilaku dan sifatnya yang bringas, dengang rambut gimbal dan menyukai kekerasan. Demikian itu juga dipercaya sebagai perilaku dari pada setan.

Perang kembang yang sebenarnya menekankan konsep bahwa manusia hidup senantiasa diantara dua persimpangan jalan. Meski ia harus menapaki jalan lurus, adakalanya menyimpang. Ambil saja perumpamaan pertama, jikalau menimbang kehidupan yang sedang dialami dapat dinyatakan cobaan. Yang mana cobaan atau ujian tentu berasal dari Tuhan. Hanya saja pertanyaannya; sanggupkah?

Kedua; sisi lain dari pada kebaikan Tuhan saat menguji manusia tentu akan sangat bertolak belakang setan. Sesuatu yang datang dan ditawarkan oleh setan lebih gampang disebut godaan. Diantara dua (cobaan dan godaan) perang kembang yang harus dihadapi sarat akan hikmah. Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik darinya.

Membahas pewayangan yang bercerita perang kembang dari permadi atau janoko. Ketika berhadapan dengan sosok raksasa ditengah perjalanannya menggapai kesempurnaan. Ia bertemu dengan raksasa yang mencoba menggoda perjalanannya. Pembawaan sifat dan sikap Permadi yang tenang, dan senantiasa mengontrol setiap langkah perilakunya membuat godaan sang raksasa tidak mempan. Demikian yang perlu diteladani dalam cerita pewayangan kali ini. Semoga terinspirasi, perang kembang adalah wujud perlawanan terhadap godaan ataupun ujian sebagai tolak ukur diri terhadap dharma (ketaqwaan). Selamat berperang melawan hawa nafsu ……..

Iklan