Tak pernah menyesal

Sulit memang mengakui sebuah keputusan. Wajar saja lah! Apalagi jika keputusan itu sangat memberatkan, terutama bagi diri sendiri. Penulis juga ingin berbagi mengenai keputusan yang seharusnya tak pernah disesalkan. Terlebih dari itu penulis menyarankan bersikaplah bijak untuk setiap masalah yang akan diputuskan.

Diumur penulis yang masih muda, he ee masih bujangan!
Dengan kondisi ini penulis sangat menyadari, akan darah mudanya yang jika terbentur masalah menjadi gampang meledak. Semangat dan ambisi itu bahkan lebih keras dari dinamit yang tersulut api. Menghancurkan seemuaa .. nya, menyambar apapun yang ada disekelilingnya. Termasuk masa depannya sendiri.
Sikap yang demikian sepatutnya harus lebih bisa dikontrol, agar lebih mengarah pada hal positif. Lebih bijak mendengarkan saran, mempertimbangkan dampak dan sejumlah pilihan sebagai alternatif. Yang demikian akan sangat bermanfaat. Sebuah keputusan sangat disarankan untuk melewati sejumlah proses sebelum menjadi satu ketetapan. Ini penting, sebab keputusan yang terlalu gegabah biasanya tidaklah matang. Banyak sisi kelemahan atau pun bisa saja justru menambah masalah bukan menyelesaikannya.

Bersikaplah sebijak mungkin, dengan memahami apa yang sedang dihadapi. Kumpulkan saran dan masukan kritik, coba melihat masalah itu dari sudut pandang yang berbeda, dari sejumlah orang yang dimintai pendapat. Carilah referensi manakah yang cocok dengan kondisi dan situasi yang sedang dihadapi. Sesuaikan dengan kapasitas diri, jangan keras kepala apalagi diktaktor. Orang yang bijak seharusnya mampu menata dirinya, menempatkan dirinya dalam porsi yang sesuai. Pertimbangan yang demikian tentunya sangat membantu mengurangi rasa penyesalan terhadap suatu keputusan. Dan yakinlah itu adalah yang terbaik sesuai ukuran dan kapasitas pribadi.
Penyesalan yang diakibatkan dari pengambilan keputusan yang salah, memang sangat tidak mengenakkan. Tetapi jika itu sudah terjadi cukuplah sebagai cambuk tegas yang mengingatkan untuk lebih berhati-hati. Penting untuk mengikis rasa penyesalan akibat satu keputusan, apakah dahulu keputusan itu diambil dengan bijak? Jika ya tentu saja tak perlu disesalkan. Karena setiap keputusan menawarkan pilihan yang terbaik. Dan kondrat alami manusia adalah mencari yang terbaik. Prinsip bijak yang didasarkan pada setiap keputusan yakinlah itu yang terbaik. Dan kenyataan yang berbeda anggaplah pula masalah yang berbeda, bukan lantas menyudutkan diri pada penyesalan akibat sebuah keputusan. Jangan terlalu naif pada diri sendiri. Berdamailah menerima kenyataan, karena memang seharusnya mesti dihadapi. Berpikir untuk memutuskan suatu masalah sama beratnya dengan menjalani keputusan itu sendiri. Cobalah untuk dimengerti!

Iklan