Hakikat Berdo’a

Bergaya d depan kamera
Ipank 1

Berdo’a suatu hal yang selayaknya sudah menjadi rutinitas kese harian kehidupan kita, ya tho? Sebagai bagian dari kehidupan umat beragama atau pula mungkin penganut paham kepercayaan lain, lantas bagaimana sesungguhnya berdo’a menurut hakikatnya. Berikut pandangan penulis mengenai berdo’a itu sendiri.

Pengertian pertama yang dapat disampaikan penulis mengenai pemaknaan sebuah do’a adalah bahwa berdo’a itu inti dari pada ibadah. Melakukan segala suatu ibadah, memiliki kesamaan arti (pemaknaan) bahwa kegiatan ibadah itu sendiri juga merujuk pada pengertian berdo’a. Istilah gampangnya; suatu kebaikan apapun selalu dipercaya akan berbalas kebaikan yang lebih. Segala materi (perilaku) yang berkait dengan kebaikan atau berbentuk ibadah menjadi untaian do’a secara tidak langsung (terucap). Jika saja berdo’a ditafsirkan sebagai inti dari ibadah; analoginya persis seperti jika seluruh tindakan yang manusia lakukan berasal dari pemikirannya. Kemudian sebuah pemikiran asal-muasalnya dari otak. Dapat ditarik kesimpulan otaknya ibadah itu sebut saja dengan berdo’a. Jadi, kesimpulan pertama; berdo’a adalah otak dari aktivitas ibadah (yang kita lakukan).

Beralih pada prinsip berdo’a, pada dasarnya Tuhan itu Maha segalanya (positif). Penting untuk mengubah mind set (pemikiran) bahwa prinsip dasarnya semua do’a itu dikabulkan. Perilaku berdo’a dapat diumpamakan seperti sebuah investasi. Ketika melakukan aktivitas berdo’a ada beberapa kemungkinan do’a itu lantas menjadi satu manifestasi dan terbagi atas 4 (empat) karakter klasifikasi. Yaitu: dengan berdo’a ada kemungkinan 1) ia akan terkabulkan segera. 2) mungkin akan tertunda. 3) ……………… Jangan menambah alasan untuk membatah pernyataan itu.

Sebuah perumpamaan sederhana; jangankan sesuatu yang diminta (berdo’a);Tuhan bahkan memberikan apa yang tidak diminta oleh hambaNya. Lantas fakta yang demikian itu hendaknya menyadarkan bahwa kesempurnaan Tuhan itu mutlak. Selanjutnya yang wajib diamalkan ialah berperilaku-lah baik terhadap Tuhan. Setidaknya buat Tuhan tersenyum atas kebaikan kita; senantiasa menjaga aktivitas ibadah, menjaga kehormatan, menjaga tali silaturahmi, menjaga amalan ilmu supaya bermanfaat. Dan yakinlah Tuhan tidak pernah tidur untuk kita!

Iklan

8 tanggapan untuk “Hakikat Berdo’a

Komentar ditutup.