aQ meratap Hari

bersma Pilu

Menerima sebaris lirik

tanpa lagu

HAnya tanya dan Sesal Kecewa Ku

Menepis senyum yang dulu

 

Harus berakhirkah

Atau cinta itu memang biru,

tak aada Jingga dan Vioolet , serupa Ungu

Aku Meratap pada Senja,

Menerima Takdir

menapak jejak terakhir DARIMU

Serupa Senyum Palsu mu

Telah menawarkan

Rindu …

 

Aq tak mau sakit  lagi

JIka Ini memang Akhir

Ijin kn Berkata :

Aku Menyerah Kepadamu

Dan untuk selamanya

semoga Diantara Kita Kekal

dan Abadi menjadi Kenangan

 

” Seratus Hari Cukup; mz tidak sanggup tuk berjalan lebih lagi

atau sekedar dalam penantian yang tak pasti” >>>

Selamat JAlan;

 

Menepuh JAlan kehidupan masing-masing

Istriku Tersayang;

R!sma

Iklan