30 hari Menuju Pernikahan

Risma Cenatcenutpoule

Entah perasaanku, Atau hanya praduga yang tiada pernah akhir menjadi nyata, bahwa bayang samar Dunia itu serupa memudar. Dalam angan mirip menyerupai mimpi siang hari, yang datang kian pergi begitu cepat. Sesejuk semilir angin, pantai yang menyibak nuraniKU.

Entah, aku tak pernah lagi merasa sehari yang lalu. Nampak senyum tipis di pipimu. hanya memudar ego dan amarah dalam hatiKU, aku terpaku dalam detik waktu yang terus berputar tak tentu arah tujuan, seperti sebuah lingkaran yang tiada ujung, dan akhir_

Aku, entah mengaku atau pun tidak bibir ini serasa Retak,  membeku sepilu hati yang dikoyak harap-harap dan cemas terkatung-katung.

teruntuk, de2

Sungguh Rasa sayangKu itu tulus, adakah serupa sikap KU berbeda?? jika itu adalah sebuah kenyataan yang semestinya engkau pahami. APakah jua hati dan nurani mu Itu sangguP?? menerima,

Aku tak pernah melepas kata-kata,

tanpa sebentuk hati yang nyata,

serta langkah pasti yang mengirinya,

Aku terlelap dalam Derap Dunia, bermimpi

disiang dan pagi,

indahkah bila Aku terus saja Seperti itu,

TENTU TIDAK,

aku lebih membutuhkan kasih yang sempurna

SERUPA milikmu, yang teristimewa …

AKu menaNGIs, sementara dunia tertawa,

sebab mereka tak mengerti jerit hAti,

atau pula lebih-lebih tak peduli

KEpadaKU..

de2,

jangan pula engkau terlalu mencinta,

sebab Aku tak pula sempurna

Begitu pula Aku, kepada mu ..

sebab Cinta_

yang nyata bagiku telah hilang,

Terdampar dalam waktu,

seiring usia

yang tak lagi muda_

Seperti apakah, SUAMI di matamu??

Seperti pula Seorang IStri DimataKU??

Kau dan Aku;

Iklan